Lazada Philippines

ROA Dan ROE

Pengertian Tentang ROA

ROA adalah singkatan dari Return On Assets, yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur keuntungan bersih yang diperoleh dari penggunaan aktiva. Dengan kata lain, semakin tinggi rasio ini maka semakin baik produktivitas asset dalam memperoleh keuntungan bersih. Hal ini selanjutnya akan meningkatkan daya tarik perusahaan kepada investor. Peningkatan daya tarik perusahaan menjadikan perusahaan tersebut makin diminati investor, karena tingkat pengembalian akan semakin besar. Hal ini juga akan berdampak bahwa harga saham dari perusahaan tersebut di Pasar Modal juga akan semakin meningkat sehingga ROA akan berpengaruh terhadap harga saham perusahaan. Menurut berbagai sumber, nilai kriteria yang baik adalah: untuk Bank 30% untuk perusahaan yang umum biasanya sekitar 15%. Tapi menurut situs Saham Fundamental, Nilai ROA harus konsisten diatas 20%. Dan saya lebih setuju mengikuti advise dari situs Saham Fundamental, bahkan kalau kurang dari 20% disuruh mecat perusahaan itu, maksudnya jangan beli saham dari perusahaan tsb.

Pengertian Tentang ROE

ROE adalah singkatan dari Return On Equity, yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan laba bagi para pemegang saham. ROE dianggap sebagai representasi dari kekayaan pemegang saham atau nilai perusahaan. Para analis sekuritas dan para investor umumnya sangat memperhatikan rasio ini, semakin tinggi ROE yang dihasilkan perusahaan, akan semakin tinggi harga sahamnya. ROE yang tinggi berarti para pemegang saham akan memperoleh dividen yang tinggi pula.

ROE diukur dalam satuan persen. Tingkat ROE memiliki hubungan yang positif dengan harga saham, sehingga semakin besar ROE semakin besar pula harga pasaran, karena besarnya ROE memberikan indikasi bahwa pengembalian yang akan diterima para investor akan semakin tinggi sehingga investor akan tertarik untuk membeli saham tersebut, dan hal itu menyebabkan harga pasar saham cendrung naik. Menurut orang-orang nilai ROE dapat dikatakan baik apabila lebih dari 12%. Tapi menurut situs Saham Fundamental, Nilai ROE harus konsisten diatas 25%. Dan saya cenderung mengikuti advise dari situs Saham Fundamental, meski menurut Buffett (The Buffet Way) mensyaratkan nilai ROE minimal 15%.

KRITERIA SAHAM YANG BAGUS

Perhatikan: Profit & Lost Statement, Balance Sheet dan Cash Flow Statement.

Selain Reuters dan FT.com bisa juga dilihat di Indo Primer.

ROA (Return On Asset): Semakin besar persentasenya semakin baik untuk bank 30%, umum 15-25%.

ROE (Return On Equity): Harus konsisten di atas 15% - 25%, Jika ROE di bawah 7% Jangan beli!

NPM (Net Profit Margin): Masih bisa ditoleransi, lakukan study banding dengan saham sejenis. Pilih yang marginnya lebih besar.

OPM (Operating Profit Margin): Tidak ada patokan! Semakin besar nilai OPM saham semakin baik.

DER (Debt To Equity Ratio): Harus < 3. Nilai harus konsisten dan kalau bisa menurun! kecuali untuk saham saham Perbankan!

QR (Quick Ratio): Masih bisa ditoleransi. Kalau bisa minimum 0.8

PER (Price Earning Ratio): PER < 10 = murah, sedangkan 20 = mahal. Semakin kecil nilai PER saham semakin baik.

PBV (Price to Book Value): Tidak ada patokan! Semakin kecil nilai PBV saham semakin baik.

EPS (Earning Per Share): Saham yang bertumbuh sebaiknya EPS kuartal terakhir meningkat min 15% dibanding periode sebelumnya.

Belajar dari: Saham Fundamental dan Analisa Saham.

Free Indonesia Jakarta Stock Price Alerts Trading Signals (ID Trading Signals) provides free stock price alerts and trading signals service for all Indonesia Jakarta stocks listed in Jakarta Indonesia Stock Exchange (IDX)